1. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia oleh tim penyusun kamus Pusat
Pembinaan dan Perkembangan Bahasa disebutkan bahwa Matematika adalah ilmu
tentang bilangan-bilangan, hubungan
antara bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian
masalah bilangan. (Hasan Alwi, 2002:723)
2. Dalam
buku Metodek Matematika (1983:31)
disebutkan bahwa matematika merupakan suatu pengetahuan yang diperoleh melalui
belajar baik yang berkenaan dengan jumlah, ukuran-ukuran, perhitungan dan sebagainya
yang dinyatakan dengan angka-angka atau simbol tertentu.
3. Dalam
Wikipedia Indonesia oleh Maswins
dikatakan bahwa matematika (dari bahasa Yunani: μαθηματικά - mathēmatiká) adalah studi besaran, struktur, ruang,
dan perubahan.
4.
Johnson dan Rising (1972) mengatakan
bahwa matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang
logik. Matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan
dengan cermat, jelas, dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat,
lebih berupa bahasa simbol mengenai ide daripada mengenai bunyi.
5.
Reys, dkk (1984) mengatakan bahwa
matematika itu adalah telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola
berpikir, suatu seni, suatu bahasa, dan suatu alat.
6.
Menurut Johnson dan Myklebust (1967:244),
Matematika adalah simbolis yang fungsi praktisnya untuk mengekspresikan
hubungan kuantitatif dan keruangan yaitu menunjukkan kemampuan strategi dalam
merumuskan, menafsirkan dan menyelesaikan model matematika dalam pemecahan
masalah, sedangkan fungsi teoritisnya untuk memudahkan berfikir. Dalam hal ini
menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajari, mengkomunikasikan
gagasan dengan simbol, tabel, grafik, atau diagram untuk menjelaskan keadaan
atau masalah.
7.
Menurut
Sujono (1988:5) matematika diartikan sebagai cabang ilmu pengetahuan yang eksak
dan terorganisir secara sistematik. Matematika merupakan ilmu pengetahuan
tentang penalaran yang logik dan masalah yang berhubungan dengan bilangan serta
sebagai ilmu bantu dalam menginterpretasikan berbagai ide dan kesimpulan.
8.
Bourne
memahami matematika sebagai konstruktivisme sosial dengan penekanannya pada knowing how, yaitu pebelajar dipandang
sebagai makhluk yang aktif dalam mengkonstruksikan ilmu pengetahuan dengan cara
berinteraksi dengan lingkungannya.
9.
Kitcher
mengklaim bahwa matematika terdiri atas komponen-komponen : 1) bahasa (language) yang diajarkan oleh para
matematikawan, 2) pernyataan (statements)
yang digunakan oleh para ahli matematikawan, 3) pertanyaan (questions) penting hingga saat ini belum
terpecahkan, 4) alasan (reasonings)
yang digunakan untuk menjelaskan pertanyaan, dan 5) ide matematika itu sendiri.
10.
Menurut
Sumardyono (2004:28) secara umum definisi matematika dapat dideskripsikan
sebagai berikut :
a.
Matematika
sebagai struktur yang terorganisir. Matematika terdiri atas beberapa komponen
yang meliputi aksioma/ postulat, pengertian pangkal/ primitif, dan dalil/
teorema.
b.
Matematika
sebagai alat (tool). Matematika
sebagai alat dalam mencari solusi pelbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari.
c.
Matematika
sebagai pola pikir deduktif. Artinya suatu teori atau pernyataan dalam
matematika dapat diterima kebenarannya apabila telah dapat dibuktikan secara
deduktif (umum).
d.
Matematika
sebagai alat bernalar (the way of
thinking). Matematika dipandang sebagai cara bernalar karena seperti
matematika memuat cara pembuktian yang sahih (valid), rumus-rumus atau aturan
yang umum, atau sifat penalaran matematika yang sistematis.
e.
Matematika
sebagai bahasa artifisial. Bahasa matematika adalah bahasa simbol yang bersifat
artifisial, yang baru memiliki arti bila dikenakan pada suatu konteks.
f.
Matematika
sebagai seni yang kreatif. Penalaran yang logis dan efisien serta
perbendaharaan ide-ide dan pola-pola yang kreatif dan menakjubkan, maka
matematika sering pula disebut sebagai seni, khususnya merupakan seni berpikir
yang kreatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar