Kepribadian
mahasiswa dalam mengembangkan diri di kampus
Mahasiswa, bukan
lagi seorang siswa biasa yang menuntut ilmu di institusi pendidikan (SD, SMP,
SMA) seperti yang pernah kita lewati, tambahan kata‘ maha ‘, sebelum kata ‘
siswa ‘ memberikan identitas yang berbeda. Identitas tersebut tidak didapatkan
dengan mudah, namun didapatkan dengan perjuangan , letih , dan kesabaran dalam
menempuh suatu ujian penjaringan mahasiswa baru. Maka tidak terlalu berlebihan
jika menganggap identitas mahasiswa sebagai simbol kemenangan para juara.
Mahasiswa yang terpilih memiliki potensi sebagai pemikir, tenaga ahli ,
professional, sekaligus sebagai penopang pembangunan bangsa.
Disamping itu,
mahasiswa juga sering disebut-sebut sebagai ‘ agent of change ‘, calon pemimpin masa depan , pembawa
nilai-nilai peradaban, dsb. Banyak perubahan besar , dan nilai-nilai sejarah
yang ditorehkan di negeri ini senantiasa menempatkan mahasiswa pada posisi yang
terhormat. Kemauan yang keras dan senantiasa menggelora dalam dirinya mampu
menular kedalam jiwa bangsanya.
a) Keterlibatan mahasiswa.
Dalam proses PBM, mahasiswa
selalu dituntut aktif, baik itu dalam kelas maupun di laboratorium, dosen
selalu memberikan kesempatan untuk bertanya, berdebat, melakukan simulasi atau
berdiskusi, sehingga suasana perkuliahan tidak membosankan dan tidak membuat
suasana menjadi jemu. Mahasiswa juga dilibatkan dalam kapasitas sebagai asisten
dosen, yang memberikan tutor kepada adik kelasnya dan sebagai asisten praktikum
di laboratorium.
Secara berkala, kelompok mahasiswa yang dikoordinir HME
juga menyelenggarakan kursus-kursus yang bersifat terapan, seperti elektronika,
mikroprosesor, komputer, dimana pesertanya adalah mahasiswa sendiri, dengan
kegiatan seperti itu kiranya peranan mahasiswa dalam proses belajar mengajar
sudah cukup baik.b) Bimbingan Skripsi
Salah satu syarat untuk
menyelesaikan program S1 adalah dengan menyusun skripsi (tugas akhir).
Penyusunan skripsi ini dimulai dari pengajuan proposal yang disetujui oleh
dosen pembimbing. Di Jurusan Teknik Elektro, dua dosen pembimbing akan
mengarahkan mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi-nya. Skripsi ini dibatasi
pengerjaannya selama satu tahun, dan selama masa pembimbingan, mahasiswa wajib
berkonsultasi dengan dosen pembimbing paling tidak sebanyak 12 kali. Kartu
bimbingan digunakan oleh mahasiswa sebagai bukti telah ada pembimbingan.
Apabila ada mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikannya dalam tenggang waktu
tersebut maka koordinator tugas akhir akan mencoba mencari kendala utama dan
memberikan solusi yang terbaik.
c) Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan:1) Pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai bidangnya.
Mahasiswa dapat mengembangkan
pengetahuannya dengan mengadakan pelatihan-pelatihan yang diorganisasi oleh
mahasiswa bekerjasama dengan laboratorium di lingkungan Jurusan Teknik Elektro.
Pembicara atau tutor dapat berasal dari kalangan dosen, alumni, praktisi, dan
mahasiswa tingkat akhir yang memiliki keahlian yang relevan. Adapun peserta
pelatihan, berasal dari lingkungan mahasiswa di Jurusan Teknik Elektro,
mahasiswa di lingkungan Universitas, bahkan dari luar Universitas Diponegoro.
Dalam kaitannya dengan lomba
karya ilmiah, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro telah memberikan karya nyata dan
bermanfaat bagi masyarakat umum, yaitu dengan diraihnya juara I bidang Sains
dan Teknologi -Lomba Karya Inovatif Produktif, PimNas tahun 2000 di Jakarta.
Selain itu, biro-biro ilmiah yang ada di Jurusan Teknik Elektro memiliki
potensi untuk mengembangkan keahlian mahasiswa di bidangnya masing-masing.
2) Keterampilan umum dan yang dapat dialihkan (transferrable).
Mahasiswa yang sedang
mengerjakan tugas akhir yang ahli di bidangnya dapat mentransfer pengetahuannya
melalui pelatihan-pelatihan. Biasanya mahasiswa tersebut diposisikan sebagai
tutor atau narasumber. Selain itu, hasil kerja praktek mahasiswa di
laboratorium dan tugas akhir mahasiswa dapat digunakan sebagai modul praktikum
di laboratorium.
3) Pemahaman dan pemanfaatan
kemampuannya sendiri.
Untuk memahami dan memanfaatkan
kemampuannya sendiri, mahasiswa tingkat akhir mencari peluang secara mandiri
untuk memperdalam ilmunya di dalam kampus dengan ikut memelihara jaringan
komputer dan sarana internet serta membuat aplikasi perangkat lunak di SIFT.
Diluar kampus sebagai pemilik
usaha warnet, counter handphone maupun perusahaan-perusahaan
komputer untuk menjadi salah satu bagian dalam aktivitas kegiatannya,
baik sebagai tenaga tetap maupun hanya tenaga kerja paruh-waktu di tempat
tersebut. Pemahaman dan pemanfaatan kemampuannya sendiri ini juga dapat digali
dari tugas-tugas yang diberikan sesuai mata kuliah yang telah diambilnya,
seperti tugas pembuatan paper, kerja praktek, dan pelaksanaan saat tugas akhir.
4) Kemampuan belajar mandiri.
Peluang-peluang yang ditawarkan
oleh perusahaan atau instansi untuk kerja praktek atau magang (Co-Operative),
memberi nilai tambah mahasiswa agar ia dapat bersikap positif dalam
mengembangkan kemampuannya. Dengan mengikuti kegiatan seperti ini akan
memberikan sikap percaya diri yang semakin meningkat, sehingga dapat digunakan
sebagai salah satu kunci dalam mencapai keberhasilan dalam menghadapi kompetisi
yang semakin ketat.
Secara keilmuan, elektro adalah
ilmu terapan yang saat ini sedang banyak peluang untuk dapat dipelajari
sendiri, baik melalui buku-buku yang banyak beredar maupun melalui internet,
seperti IT dan telekomunikasi. Mahasiswa bisa memperkaya ilmu dengan cara
tersebut dan bahkan mengaplikasikan untuk mendapatkan kerja sampingan ataupun
memberikan tutor kepada mahasiswa yang lain.
5) Nilai, Motivasi dan Sikap.
Pengembangan kepribadian juga
diterapkan karena pihak Jurusan Teknik Elektro menyadari bahwa kesuksesan bukan
semata karena ip mahasiswa yang tinggi, namun kepribadian mahasiswa juga
merupakan salah satu kunci sukses yang tidak dapat diabaikan.
Dengan berpegang pada hal di
atas, pihak Jurusan Teknik Elektro menekankan kepada para dosen agar dapat
memotivasi para mahasiswa untuk bersikap positif, percaya diri dalam menghadapi
segenap permasalahan yang muncul dalam PBM. Konsep team-work sangat
ditekankan. Hal ini dapat disampaikan melalui tugas-tugas kelompok atau
penelitian bersama yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Dengan demikian
diharapkan kebiasaan ini akan terbawa hingga mereka benar-benar terjun di dunia
kerja yang penuh tantangan.
sekian dari saya, silahkan komentar jika ada yg ingin di tambahkan.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar